<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487</id><updated>2012-02-16T06:04:51.172-08:00</updated><category term='Abuya'/><category term='Pendidikan'/><category term='Manhaj'/><category term='Tips'/><category term='Motivasi Islami'/><category term='Catatanku...'/><category term='Qudwah'/><category term='Health'/><category term='Kisah'/><title type='text'>Inspirasi Langit</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-7665163369128437672</id><published>2009-02-18T20:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T20:23:55.849-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qudwah'/><title type='text'>Surat untuk Pemimpin dari: 'Ali bin Abi Thalib dan Sultan Muhammad Al Fatih, kewibawaan seorang Pemimpin</title><content type='html'>Sultan Muhammad Al Fatih dikenang sejarah Islam atas kemuliaan dan keadilannya dalam berpolitik. Bisakah calon pemimpin kita seperti itu?&lt;br /&gt;Khalifah 'Ali radiyallahu 'anhu menulis surat ditujukan kepada Gubernur Mesir.&lt;br /&gt;Oleh: Nuim Hidayat&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang akan melihat segala urusanmu, sebagaimana engkau dahulu melihat urusan para pemimpin sebelummu. Rakyat akan mengawasimu dengan matanya yang tajam, sebagaimana kamu menyoroti pemerintahan sebelumnya juga dengan pandangan yang tajam." (Surat Khalifah Ali r.a. kepada Gubernur Mesir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABATAN politik saat ini menjadi tren dan rebutan jutaan orang dan partai politik. Kampanye lewat spanduk, brosur, kartuIlsutrasi nama, facebook, email bertebaran di dunia nyata maupun dunia maya. Salah satu sisi, hal itu menambah ketidaksedapan keindahan tata kota, tapi di sisi lain hal itu tidak bisa dihindari, karena peraturan negara lewat KPU sendiri dibuat untuk memubahkan hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ketika mencalonkan menjadi caleg, capub, cagub atau capres, mereka mempunyai mimpi-mimpi indah untuk diri mereka. Kita tidak tahu apakah mereka mempunyai mimpi indah juga untuk konstituen atau masyarakatnya. Misalnya bila dihadapkan pada kondisi krisis, siapa yang dikorbankan dirinya atau rakyatnya, kita tidak tahu apa yang ada dalam benak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dan pemimpin-pemimpin Islam dalam sejarah, telah memberikan nasehat yang berharga tentang masalah ini. Diantaranya adalah nasihat khalifah keempat yang mulia Ali bin Abi Thalib kepada gubernur Mesir Malik bin Harits al Asytar, pada tahun 655M. Nasihat ini berisi prinsip-prinsip dasar tentang pengelolaan atau manajemen sebuah pemerintahan, organisasi dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Profesor A Korkut Özal dari Turki, pada perkembangan selanjutnya ternyata surat ini memberi banyak inspirasi bahkan menjadi bahan acuan bagi banyak pemimpin, melintasi ruang dan waktu. Tercatat, ia mampu melintasi Eropa di masa Renaissance bahkan Edward Powcock (1604-1691), profesor di Universitas Oxford, menerjemahkan surat ini ke dalam bahasa Inggris untuk pertama kalinya dan pada 1639 disebarkan melalui serial kuliahnya yang disebut Rhetoric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut cuplikan nasehat-nasehat Sahabat Rasulullah 'Ali r.a. yang sangat berharga itu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ketahuilah wahai Malik bahwa aku telah mengangkatmu menjadi seorang Gubernur dari sebuah negeri yang dalam sejarahnya berpengalaman dengan pemerintahan-pemerintahan yang benar maupun tidak benar. Sesungguhnya orang-orang akan melihat segala urusanmu, sebagaimana engkau dahulu melihat urusan para pemimpin sebelummu. Rakyat akan mengawasimu dengan matanya yang tajam, sebagaimana kamu menyoroti pemerintahan sebelumnya juga dengan pandangan yang tajam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka akan bicara tentangmu, sebagaimana kau bicara tentang mereka. Sesungguhnya rakyat akan berkata yang baik-baik tentang mereka yang berbuat baik pada mereka. Mereka akan 'menggelapkan' semua bukti dari tindakan baikmu. Karenanya, harta karun terbesar akan kau peroleh jika kau dapat menghimpun harta karun dari perbuatan-perbuatan baikmu. Jagalah keinginan-keinginanmu agar selalu di bawah kendali dan jauhkan dirimu dari hal-hal yang terlarang. Dengan sikap yang waspada itu, kau akan mampu membuat keputusan di antara sesuatu yang baik atau yang tidak baik untuk rakyatmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kembangkanlah sifat kasih dan cintailah rakyatmu dengan lemah lembut. Jadikanlah itu sebagai sumber kebijakan dan berkah bagi mereka. Jangan bersikap kasar dan jangan memiliki sesuatu yang menjadi milik dan hak mereka. Sesungguhnya manusia itu ada dua jenis, yakni orang-orang yang merupakan saudara seagama denganmu dan orang-orang sepertimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka adalah makhluk-makhluk yang lemah, bahkan sering melakukan kesalahan. Bagaimanapun berikanlah ampun dan maafmu sebagaimana engkau menginginkan ampunan dan maaf dari-Nya. Sesungguhnya engkau berada di atas mereka dan urusan mereka ada di pundakmu. Sedangkan Allah berada di atas orang yang mengangkatmu. Allah telah menyerahkan urusan mereka kepadamu dan menguji dirimu dengan urusan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Janganlah engkau persiapkan dirimu untuk memerangi Allah, karena engkau tidak mungkin mampu menolak azab-Nya dan tidak mungkin dirimu akan meninggalkan ampunan dan rahmat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Janganlah pernah menyesal atas ampunan yang kau berikan. Begitupun janganlah bergembira dengan sebuah hukuman. Jangan pula tergsa-gesa memutuskan atau melakukan semata karena emosi, sementara engkau sebenarnya dapat memperoleh jalan keluar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan katakan:"Aku ini telah diangkat menjadi pemimpin, maka aku bisa memerintahkan dan harus ditaati", karena hal itu akan merusak hatimu sendiri, melemahkan keyakinanmu pada agama dan menciptakan kekacauan dalam negerimu. Bila kau merasa bahagia dengan kekuasaan atau malah merasakan semacam gejala rasa bangga dan ketakaburan, maka pandanglah kekuasaan dan keagungan pemerintahan Allah atas semesta, yang kamu sama sekali tak mampu kuasai. Hal itu akan meredakan ambisimu, mengekang kesewenang-wenangan dan mengembalikan pemikiranmu yang terlalu jauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan sampai engkau melawan Allah dalam keagungan-Nya dan menyerupai-Nya dalam keperkasaan-Nya. Sesungguhnya Allah akan merendahkan setiap orang yang angkuh dan menghinakan setiap orang yang sombong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Senantiasa belajarlah segala sesuatu hal pada mereka yang memiliki pengalaman yang matang dan penuh kebijakan. Seringlah bertanya pada mereka tentang hal-hal kenegaraan sehingga engkau dapat mempertahankan kebaikan dan perdamaian yang oleh para pendahulumu sudah pernah ditegakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tajamkanlah matamu pada orang-orang yang sejak dulu atau sekonyong dekat denganmu, akan cenderung menggunakan posisinya untuk mengambil atau mengorupsi milik dan hak orang lain dan siap berlaku tidak adil. Tekanlah sedalamnya kecenderungan seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buatlah peraturan-peraturan di bawah kendalimu yang tidak memberi kesempatan sekecil pada kerabatmu. Hal itu akan mencegah mereka melakukan kekerasan pada hak orang lain dan menghindarkanmu dari kehinaan di depan Allah dan manusia umumnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik juga membaca surat wasiat Sultan Muhammad al Fatih (831 M) kepada anaknya. Al Fatih oleh para ulama dan sejarawan Islam disebut sebagai penakluk Konstatinopel. Ia adalah laki-laki yang disebut Rasulullah saw sebagai : "Konstatinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara." (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ali Muhammad as Shalabi mengemukakan sifat-sifat mulia Muhammad al Fatih. Sifat-sifat itu adalah: perhatian yang tinggi terhadap universitas dan sekolah, kepeduliannya yang besar terhadap para ulama, perhatiannya terhadap penyair dan sastrawan, kepeduliannya terhadap penerjemahan buku-buku, perhatiannya terhadap pembangunan dan rumah sakit, kepeduliannya terhadap perdagangan dan industri, perhatiannya terhadap masalah administrasi, kepeduliannya terhadap tentara dan armada laut dan komitmennya pada keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada yang lain, cuplikan dari nasehat sang pembuka kemenangan di Konstatinopel, Islambul(Turki) itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tak lama lagi aku akan menghadap Allah SWT. Namun aku sama sekali tidak merasa menyesal, sebab aku meninggalkan pengganti seperti kamu. Maka jadilah engkau seorang yang adil, saleh dan pengasih. Rentangkan perlindunganmu terhadap seluruh rakyatmu tanpa perbedaan. Bekerjalah kamu untuk menyebarkan agama Islam sebab ini merupakan kewajiban raja-raja di bumi. Kedepankan kepentingan agama atas kepentingan lain apapun. Janganlah kamu lemah dan lengah dalam menegakkan agama. Janganlah kamu sekali-kali memakai orang-orang yang tidak peduli agama menjadi pembantumu. Jangan pula kamu mengangkat orang-orang yang tidak menjauhi dosa-dosa besar dan larut dalam kekejian. Hindari bid'ah-bid'ah yang merusak. Jauhi orang-orang yang menyuruhmu melakukan itu. Lakukan perluasan negeri ini melalui jihad. Jagalah harta baitul mal jangan sampai dihambur-hamburkan. Jangan sekali-kali engkau mengulurkan tanganmu pada harta rakyatmu kecuali itu sesuai dengan aturan Islam. Himpunlah kekuatan orang-orang yang lemah dan fakir, dan berikan penghormatanmu kepada orang-orang yang berhak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh sebab ulama itu laksana kekuatan yang harus ada di dalam raga negeri, maka hormatilah mereka. Jika kamu mendengar ada seorang ulama di negeri lain, ajaklah dia agar datang ke negeri ini dan berilah dia harta kekayaan. Hati-hatilah jangan sampai kamu tertipu dengan harta benda dan jangan pula dengan banyaknya tentara. Jangan sekali-kali kamu mengusir ulama dari pintu-pintu istanamu. Janganlah kamu sekali-kali melakukan satu hal yang bertentangan dengan hukum Islam. Sebab agama merupakan tujuan kita, hidayah Allah adalah manhaj (pedoman) hidup kita dan dengan agama kita menang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ambillah pelajaran ini dariku. Aku datang ke negeri ini laksana semut kecil, lalu Allah karuniakan kepadaku nikmat yang demikian besar ini. Maka berjalanlah seperti apa yang aku lakukan. Bekerjalah kamu untuk meninggikan agama Allah dan hormatilah ahlinya. Janganlah kamu menghambur-hamburkan harta negara dalam foya-foya dan senang-senang atau kamu pergunakan lebih dari yang sewajarnya. Sebab itu semua merupakan penyebab utama kehancuran."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kemuliaan Muhammad al Fatih ini, sehingga menjadi pemimpin besar dalam sejarah Islam. Bisakah pemimpin politik kita besikap seperti itu? Wallahu aziizun hakiim.*&lt;br /&gt;hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-7665163369128437672?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/7665163369128437672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/02/sultan-muhammad-al-fatih-wibawa-seorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/7665163369128437672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/7665163369128437672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/02/sultan-muhammad-al-fatih-wibawa-seorang.html' title='Surat untuk Pemimpin dari: &apos;Ali bin Abi Thalib dan Sultan Muhammad Al Fatih, kewibawaan seorang Pemimpin'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-5540091797277849457</id><published>2009-02-10T02:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T03:18:08.446-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Penantian Seorang Wanita dalam Kemuliaan di Ujung Malam</title><content type='html'>Penantian Seorang Wanita dalam Kemuliaan di Ujung Malam&lt;br /&gt;Oleh: Aidil Heryana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Malam kian larut berselimut gulita&lt;br /&gt;    T’lah sekian lama tiada kekasih kucumbu&lt;br /&gt;    Demi Allah, bila bukan karena mengingat-Mu&lt;br /&gt;    Niscaya ranjang ini t’lah bergoyang&lt;br /&gt;    Namun duhai rabbi,&lt;br /&gt;    Rasa malu telah menghalangiku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu tanpa kesan apa pun, semua dirasakan kosong, semua berlalu secepat petir yang singgah hanya dalam hujan sehari. Perasaan itu seakan berteriak kencang ‘aku butuh teman’….tapi tak seorang pun mampu mendengarnya, lalu dipejamkan matanya, berpikir…’aku dalam kesendirian’.Kungkungan sunyi dan kehampaan hati itu seakan bertanya, adakah seseorang yang mau berbagi. Berbagi dalam suka dan duka, tak peduli pagi, siang dan malam. Dia membutuhkan semua itu, merindukan saat-saat indah itu. Saat ketika rindu menyapa yang membawanya jauh dengan perasaan itu, hasrat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu termenung di balik jendela kamarnya. Tatapan matanya kosong. Sementara suasana malam terasa begitu mencekam: dingin dan sepi. Suami tercinta berada di negeri jauh melaksanakan tugas khalifah di medan jihad. Wanita itu nyaris frustrasi karena pertahanan diri mulai terganggu. Wanita shalihah yang tinggal di pinggiran madinah ini lebih suka sendirian dalam kamarnya. Ia seakan hilang dari kehidupan ramai. Apalagi sewaktu udara begitu dingin menusuk tulang. Berkawankan sepi dan dingin, namun dalam suasana demikian mampukah wanita itu melahirkan muraqabatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair itu menggambarkan pergulatan batin yang luar biasa, dilantunkan seorang perempuan di zaman Umar bin Khatab. Waktu itu, Umar sedang berkeliling kota dalam kegelapan malam. Dalam perjalanan rutin itu, sampailah beliau ke dekat rumah seorang perempuan yang sedang menahan gejolak biologisnya karena ditinggal berjihad suaminya dalam waktu yang lama. Untuk sekedar menghibur diri sendiri dalam kesepian yang begitu sangat, terlantunkanlah syair itu yang kemudian didengar oleh Umar.&lt;br /&gt;Keterpisahan dengan suami tercinta dalam waktu lama, kesepian, kegelapan malam melambangkan kesuraman yang melanda jiwanya. Kesulitan untuk tidur pada waktu itu mungkin merupakan pengalaman terburuk yang pernah dijumpainya. Penderitaan yang paling menyiksa bagi seseorang yang mengalami kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terjaga dari tidurnya di tengah-tengah kesunyian malam, sangat mudah dipengaruhi oleh alam bawah sadarnya. Bayang-bayang mimpi yang mendatangkan perasaan cemas dan gelisah meninggalkan kesan yang mencekam perasaan. Cara apa pun yang katanya dapat menghapus perasaan was-was itu pada keesokan harinya tidak banyak bermanfaat. Bahkan, sekalipun kita tidak mengalami tekanan perasaan seberat yang dialami wanita tadi, ketakutan-ketakutan (trauma) yang terkubur dalam alam bawah sadar kita menyebabkan kita mudah diserang oleh perasaan cemas dan gelisah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tanpa kesadaran muraqabatullah akan selalu dahaga, karenanya mereka sangat bernafsu untuk memburu segala sesuatu yang berhubungan dengan hasrat ini. Menyalurkan hasrat rendah ini dalam rel yang berseberangan dengan perintah Allah bukanlah meredakan gairah, tapi malah semakin memacu semangat mendapatkan kemaksiatan yang lain. Faktanya, usaha manusia untuk senantiasa berpacu dalam memenuhi segala hasratnya malah menimbulkan tegangan dan dorongan baru yang harus dikejar dan dipenuhi yaitu “keinginan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan adalah sesuatu yang paradoks: setelah suatu keinginan terpenuhi, timbul keinginan lain untuk segera diselesaikan dan dipenuhi hajatnya. Namun, dalam kerangka kehidupan modern, keinginan haruslah menjadi sesuatu yang tak berujung dan harus selalu diposisikan sebagai pesona yang dapat menyedot hasrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, ternyata penderitaan wanita itu tidak berakhir dalam kemaksiatan. Kesetiaannya masih tegak berdiri seperti gunung memaku bumi. Padahal badai hasrat itu begitu kuat seakan tsunami yang melantakkan apa saja. Namun ‘al khauf’ yang menghunjam jiwanya memenangkan Allah atas segalanya. Hatinya dikuasai Allah, kesadaran dzikrullahnya begitu teruji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pangkal masalah terbesar yang kita hadapi saat ini yaitu jauh dari Allah, jarang mengingat Allah, dan “dikuasainya” hati kita oleh sesuatu selain Allah. Inilah masalah yang akan mendatangkan banyak masalah lainnya. Saat jauh dari Allah, maka kita akan leluasa berbuat maksiat. Tidak ada lagi rasa malu. Tidak ada lagi rasa diawasi oleh Allah, sehingga tidak ada lagi yang mengendalikan perilaku kita. Maksiat inilah yang kemudian melahirkan ketidaktenangan, kehinaan, dan kesengsaraan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak temuan kasus ini, maka Umar bersegera menemui putrinya yang tercinta, Hafshah, kemudian bertanya, “Berapa lama seorang perempuan tahan menunggu suaminya ?“ Dijawablah oleh Hafshah, “empat bulan”. Setelah kejadian tersebut, Umar memerintahkan kepada para panglima perang untuk tidak membiarkan seorangpun dari tentaranya meninggalkan keluarganya lebih dari empat bulan. Begitulah kepedulian sekaligus solusi seorang pemimpin seperti Umar di zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa yang tengah terjadi dengan wanita kita sekarang, dengan isteri-isteri kita, dengan anak-anak kita bahkan dengan ibu-ibu kita. Kalau keterbatasan teknologi di zaman Umar saja nyaris menggelincirkan iman seorang wanita mukminah, bagaimana dengan kita sekarang? Zaman dimana teknologi telah menyatu dengan kehidupan manusia kalaupun belum bisa dikatakan diperbudak teknologi. Hampir tak ada wilayah privacy yang tidak tersentuh produk teknologi ini, bahkan ketika kita menghadap Allah pun ringtone HP masih menyertai. Industrialisasi yang kapitalistik telah menghantarkan wanita sebagai komoditas. Semangat konsumerisme dipompakan dengan begitu hebat. Pengertian konsumsi yang absurd ini dalam kehidupan modern menjadi arena sosial yang menyedot dan menarik minat energi pelampiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelma menjadi medan kesadaran yang harus segera dipenuhi dan dipuaskan kebutuhannya. Identitas diri di hadapan lingkungan sosial yang demikian diperebutkan dan dibentuk oleh produk-produk rayuan melalui citra-citra tertentu yang ditawarkan lewat berbagai media massa: Supaya Anda kelihatan jantan dan macho Anda harus mengisap rokok tertentu. Supaya perempuan kelihatan cantik, pergunakanlah kosmetik merek tertentu. Agar Anda dikategorikan sebagai manusia yang tidak ketinggalan zaman, milikilah atribut artis yang lagi ngetop!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya adalah jika segala hawa nafsu disalurkan demi pemenuhan kenikmatan, ia dapat menjadi semacam dinamo yang pengoperasiannya bisa dilakukan menjadi tanpa batas sehingga akhirnya ia menjelma menjadi sesuatu yang tidak realistis dan membahayakan eksistensi manusia itu sendiri. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika para ‘ulama yang shalih, misalnya, memandang manusia seperti ini sebagai manusia yang dibutakan matanya yang hanya tertarik pada kulit ketimbang terpesona untuk mencari dan menemukan isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah engkau tidak perhatikan orang yang telah menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya. Apakah engkau akan dapat menjadi pelindungnya. Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memehami? Mereka itu hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat lagi.” Qs. Al Furqan: 43-44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dimengerti jika logika hawa nafsu sanggup memalingkan dan menyamarkan setiap upaya pencarian manusia terhadap nilai-nilai luhur sebab logika hawa nafsu yang mewabah akibat bekerjanya spirit kapitalisme diproduksi oleh apa yang mereka sebut sebagai “mesin hawa nafsu”–sebuah peristilahan psikoanalisis yang mereka gunakan untuk menjelaskan mekanisme produksi “ketidakcukupan” dalam diri seseorang. Keinginan untuk “memiliki” bukan disebabkan “ketidakcukupan alamiah” yang ada dalam diri kita, melainkan hanya untuk memenuhi pencarian identitas yang tidak henti-hentinya. Oleh karena itu, identitas manusia hari ini adalah identitas yang dibangun oleh proses konsumsi dan proses komoditi dari citraan dan rayuan-rayuan media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan-iklan di televisi misalnya, ia beroperasi lewat pengosongan tanda-tanda dari pesan dan maknanya secara utuh sehingga yang tersisa adalah penampakan semata. Sebuah wajah merayu yang penuh atribut dan make-up adalah wajah yang kosong tanpa makna sebab penampakan artifisial dan kepalsuannya menyembunyikan kebenaran diri. Apa yang ditampilkan dari kepalsuan dan kesemuan tersebut menjadi sebuah rayuan bagi para pemirsa. Hingga yang muncul dari sebuah rayuan, bukanlah sampainya pesan dan makna-makna, melainkan munculnya keterpesonaan, ketergiuran, dan gelora hawa nafsu: gelora seksual, gelora belanja, gelora berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tidak sedikit kita lihat, banyak wanita yang terjebak dengan anggapan bahwa keelokan fisik adalah segala-galanya. Mereka menganggap bahwa kemuliaan dan kebahagiaan akan didapat bila berwajah cantik, kulit yang putih, dan tubuh yang ramping. Maka tidak aneh kalau banyak ditemukan wanita yang mati-matian memperputih kulitnya, mengoperasi plastik bagian tubuhnya, menghambur-hamburkan berjuta-juta uang demi mengejar prestise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi yang tidak mampu, mereka menjadi rendah diri dan merasa tereliminasi dari pergaulan. Padahal, kecantikan dan kemolekan tubuh tidak dapat dijadikan tolok ukur kemuliaan. Lebih jauh lagi, semua itu tidak bisa menjamin seseorang akan bahagia. Sesungguhnya kemuliaan yang diraih seorang wanita salehah adalah karena kemampuannya untuk menjaga martabatnya (‘iffah) dengan hijab serta iman dan takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sebuah bangunan, ia akan berdiri lama jika mempunyai pondasi yang kokoh. Andaikan pondasi sebuah bangunan itu tidak kokoh, maka seindah dan semegah apapun, pasti akan cepat runtuh. Begitu juga dengan iffah yang dimiliki oleh seorang wanita, dengan iman dan takwa merupakan pondasi dasar untuk meraih kemulian-kemulian lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan iffah, seorang muslimah akan selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Sebagaimana terukir dalam hadis Nabi Saw. : ”Malu dan iman itu saling bergandengan, jika hilang salah satunya, maka hilanglah bagian yang lain.” (HR. Hakim dan At-Thabari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya rasa malu, membuat segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan melakukan sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Sehingga dengan akhlak yang dimiliki, ia lebih harum daripada kesturi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan iffah, seorang muslimah akan sadar betul bagaimana cara bersikap dan bertutur kata. Tidak ada dalam sejarah, seorang wanita salehah centil, suka jingkrak-jingkrak dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian mutu manikam yang penuh makna bermutu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah figur-figur mulia yang mendapatkan tempat terhormat di tengah-tengah umat hingga kini. Khadijah ra. misalnya, namanya terus berkibar sampai sekarang, bahkan setiap anak wanita dianjurkan untuk meneladaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkenalnya seorang Khadijah bukan karena kecantikan wajahnya, namun karena pengorbanannya yang demikian fenomenal dalam mendukung perjuangan dakwah Rasulullah Saw. Begitu pun Aisyah ra., salah seorang istri Nabi dan juga seorang cendikiawan muda. Darinya para sahabat mendapat banyak ilmu. Ada pula Asma binti Yazid, seorang mujahidah yang membinasakan sembilan tentara Romawi di perang Yarmuk, hanya dengan sebilah tiang kemah. Masih banyak wanita mulia yang berkarya untuk umat pada masa-masa berikutnya. Keharuman dan keabadian nama mereka disebabkan oleh kemampuan mengembangkan kualitas diri, menjaga iffah (martabat), dan memelihara diri dari kemaksiatan. Sinar kemuliaan mereka muncul dari dalam diri, bukan fisik. Sinar inilah yang lebih abadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-5540091797277849457?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/5540091797277849457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/02/penantian-seorang-wanita-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/5540091797277849457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/5540091797277849457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/02/penantian-seorang-wanita-dalam.html' title='Penantian Seorang Wanita dalam Kemuliaan di Ujung Malam'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-2766367942796655649</id><published>2009-02-10T02:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T02:17:10.675-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abuya'/><title type='text'>13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan</title><content type='html'>13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan&lt;br /&gt;Oleh: DR. Amir Faishol Fath&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com - Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga &lt;br /&gt;mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-&lt;br /&gt;sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. &lt;br /&gt;Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar &lt;br /&gt;bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di &lt;br /&gt;mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah &lt;br /&gt;sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. &lt;br /&gt;Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat &lt;br /&gt;tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama, Tidak Punya Visi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang &lt;br /&gt;jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan &lt;br /&gt;ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. &lt;br /&gt;Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang &lt;br /&gt;telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah &lt;br /&gt;menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang &lt;br /&gt;biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada &lt;br /&gt;Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu &lt;br /&gt;sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah &lt;br /&gt;selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas &lt;br /&gt;menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa &lt;br /&gt;kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah &lt;br /&gt;haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar &lt;br /&gt;ditaati.&lt;br /&gt;Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau &lt;br /&gt;para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap &lt;br /&gt;penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa &lt;br /&gt;takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. &lt;br /&gt;Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah &lt;br /&gt;tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal &lt;br /&gt;dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah &lt;br /&gt;separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Kedua, Kasar&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang &lt;br /&gt;rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama &lt;br /&gt;dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau &lt;br /&gt;wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan &lt;br /&gt;patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum &lt;br /&gt;wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan &lt;br /&gt;secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus &lt;br /&gt;agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil &lt;br /&gt;ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An &lt;br /&gt;Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami &lt;br /&gt;yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan &lt;br /&gt;melindungi istri.&lt;br /&gt;Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia &lt;br /&gt;dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. &lt;br /&gt;Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. &lt;br /&gt;Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja &lt;br /&gt;kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah &lt;br /&gt;menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor &lt;br /&gt;kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Ketiga, Sombong&lt;br /&gt;Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena &lt;br /&gt;kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al &lt;br /&gt;Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena &lt;br /&gt;kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits &lt;br /&gt;Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, &lt;br /&gt;akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. &lt;br /&gt;Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu &lt;br /&gt;para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.&lt;br /&gt;Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa &lt;br /&gt;segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat &lt;br /&gt;jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang &lt;br /&gt;istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. &lt;br /&gt;Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui &lt;br /&gt;selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena &lt;br /&gt;prilaku sombong seorang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Keempat, Tertutup&lt;br /&gt;Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya &lt;br /&gt;yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-&lt;br /&gt;istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi &lt;br /&gt;melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. &lt;br /&gt;Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih &lt;br /&gt;dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam &lt;br /&gt;menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa &lt;br /&gt;didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa &lt;br /&gt;dikesampingkan.&lt;br /&gt;Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar &lt;br /&gt;rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya &lt;br /&gt;selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan &lt;br /&gt;lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau &lt;br /&gt;berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan &lt;br /&gt;untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat &lt;br /&gt;tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena &lt;br /&gt;sikap suami yang begitu tertutup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Plinplan&lt;br /&gt;Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai &lt;br /&gt;pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas &lt;br /&gt;dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil &lt;br /&gt;keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan &lt;br /&gt;tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah &lt;br /&gt;satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ &lt;br /&gt;(An Nisa’:34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Keenam, Pembohong&lt;br /&gt;Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. &lt;br /&gt;Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai &lt;br /&gt;melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang &lt;br /&gt;paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap &lt;br /&gt;orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah &lt;br /&gt;ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) &lt;br /&gt;Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong &lt;br /&gt;adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.&lt;br /&gt;Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para &lt;br /&gt;suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan &lt;br /&gt;dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah &lt;br /&gt;menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang &lt;br /&gt;siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Ketujuh, Cengeng&lt;br /&gt;Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu &lt;br /&gt;Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia &lt;br /&gt;menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al &lt;br /&gt;Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap &lt;br /&gt;cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya &lt;br /&gt;ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar &lt;br /&gt;dan tidak sedikitpun gentar.&lt;br /&gt;Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak &lt;br /&gt;meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak &lt;br /&gt;sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih &lt;br /&gt;dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Kedelapan, Pengecut&lt;br /&gt;Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut &lt;br /&gt;(a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak &lt;br /&gt;menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan &lt;br /&gt;keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang &lt;br /&gt;tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang &lt;br /&gt;dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi &lt;br /&gt;selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan &lt;br /&gt;di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi &lt;br /&gt;suara tersebut.&lt;br /&gt;Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami &lt;br /&gt;yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. &lt;br /&gt;Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang &lt;br /&gt;matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Kesembilan, Pemalas&lt;br /&gt;Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari &lt;br /&gt;sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata &lt;br /&gt;kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. &lt;br /&gt;Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang &lt;br /&gt;suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan &lt;br /&gt;terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. &lt;br /&gt;Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan &lt;br /&gt;menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan &lt;br /&gt;karena malasnya seorang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Kesepuluh, Cuek Pada Anak&lt;br /&gt;Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih &lt;br /&gt;dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di &lt;br /&gt;sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. &lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup &lt;br /&gt;sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya &lt;br /&gt;kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau &lt;br /&gt;sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam &lt;br /&gt;sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.&lt;br /&gt;Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia &lt;br /&gt;beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti &lt;br /&gt;inilah yang sangat tidak disukai para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Kesebelas, Menang Sendiri&lt;br /&gt;Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu &lt;br /&gt;juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang &lt;br /&gt;selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih &lt;br /&gt;bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang &lt;br /&gt;patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan &lt;br /&gt;uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan &lt;br /&gt;tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah &lt;br /&gt;selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. &lt;br /&gt;Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian &lt;br /&gt;dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat &lt;br /&gt;membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: &lt;br /&gt;jadilah air ketika salah satunya menjadi api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Keduabelas, Jarang Komunikasi&lt;br /&gt;Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar &lt;br /&gt;rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. &lt;br /&gt;Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak &lt;br /&gt;masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu &lt;br /&gt;sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah &lt;br /&gt;tangga.&lt;br /&gt;Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak &lt;br /&gt;oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan &lt;br /&gt;atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang &lt;br /&gt;selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum&lt;br /&gt;Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi &lt;br /&gt;adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para &lt;br /&gt;istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha &lt;br /&gt;indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari &lt;br /&gt;keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang &lt;br /&gt;pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika &lt;br /&gt;sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa &lt;br /&gt;ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan &lt;br /&gt;kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan &lt;br /&gt;tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam &lt;br /&gt;penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-2766367942796655649?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/2766367942796655649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/02/sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/2766367942796655649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/2766367942796655649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/02/sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai.html' title='13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-8354212516361518315</id><published>2009-02-03T20:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T20:29:09.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abuya'/><title type='text'>4 Kunci Rumah Tangga Harmonis</title><content type='html'>4 Kunci Rumah Tangga Harmonis&lt;br /&gt;Oleh: Mochamad Bugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita pasti merindukan Rumah Tangga yang sukses, dunia dan akhirat, tentunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan melihat ke belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpikir objektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sertakan sakralitas berumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-8354212516361518315?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/8354212516361518315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/02/4-kunci-rumah-tangga-harmonis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/8354212516361518315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/8354212516361518315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/02/4-kunci-rumah-tangga-harmonis.html' title='4 Kunci Rumah Tangga Harmonis'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-3261454102038271472</id><published>2009-01-22T18:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:03:51.025-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku...'/><title type='text'>Langit Kembali Cerah... Alhamdulillah..., Namun...</title><content type='html'>Hati kami masih sedih, kapankah waktu ketentuan dari "langit" mengabarkan kepada kami, panggilan Jihad di Bumi Al-Quds, Palestina...&lt;br /&gt;Kami rindu "langit" mengabarkan inspirasi dan memanggil kami untuk ikut berjuang, sebagaimana pemuda Handzolah meleburkan dirinya dalam perang Jihad...&lt;br /&gt;Malaikat pun turun dengan air sucinya untuk Handzolah...&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semoga masih banyak "air-air suci" dari Malaikat untuk kita semua...&lt;br /&gt;Barakallaahu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-3261454102038271472?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/3261454102038271472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/langit-kembali-cerah-alhamdulillah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/3261454102038271472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/3261454102038271472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/langit-kembali-cerah-alhamdulillah.html' title='Langit Kembali Cerah... Alhamdulillah..., Namun...'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-9052067709787277692</id><published>2009-01-19T02:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:06:35.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Topeng Emansipasi</title><content type='html'>Penyusun: Ummu Khadijah dan Ummul Hasan&lt;br /&gt;Muraja’ah: Ust. Aris Munandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang semoga dirahmati Allah, sudah tidak asing terdengar di telinga kita bahwa baiknya wanita akan menjadi kunci kebaikan umat. Peran dan partisipasi seorang wanita adalah suatu hal yang sangat penting. Wanita laksana pedang bermata dua, jika ia baik dan menunaikan tugas-tugas utamanya sesuai dengan yang Allah gariskan maka ia bagaikan batu-bata yang baik bagi bangunan masyarakat Islam. Namun jika ia telah menyimpang dari syari’at yang Allah tetapkan, maka ia ibarat pedang yang akan merusak dan menghancurkan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emansipasi Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh Islam sangat paham bahwa peran wanita muslimah sangat penting dalam membangun masyarakat Islam. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha menyerang Islam melalui kaum wanitanya. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menghancurkan wanita muslimah melalui “emansipasi”. Mereka menamakan emansipasi sebagai gerakan yang membebaskan wanita dari kezhaliman dan untuk memenuhi hak-hak mereka secara adil (menurut mereka) –dengan slogan toleransi, kebebasan wanita, persamaan gender, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun ketahuilah wahai Saudariku, emansipasi tumbuh dari sistem sekuler yang memisahkan antara kehidupan dan nilai agama. Mereka menginginkan wanita menjadi pesaing bagi laki-laki dan memperebutkan kedudukan dengan kaum laki-laki. Wanita dalam konsep mereka ibarat barang dagangan yang dipajang di etalase, yang siap dijadikan tontonan bagi para hamba syahwat dan menjadi budak nafsu mereka. Na`udzubillah, mereka juga berusaha menjauhkan wanita dari hijab dan rumah-rumah mereka, mengabaikan pengasuhan anak dengan mengatakan bahwa mengasuh anak tidak mendatangkan materi, membunuh kreatifitas dan menghambat potensi sumber daya manusia kaum wanita. Coba kita perhatikan, betapa menyedihkannya pemikiran mereka ini yang memandang baik buruknya kehidupan dari sudut pandang materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan syubhat-syubhat (kerancuan) yang mereka lontarkan. Mungkin secara sepintas, wacana emansipasi mampu menjawab problematika wanita dan mengangkat harkatnya tapi tidaklah mungkin itu diraih dengan mengorbankan kehormatan dan harga diri wanita. Sungguh, tak akan bisa disatukan antara yang haq dengan yang bathil. Mereka tidaklah ingin membebaskan wanita dari kezhaliman tetapi sesungguhnya merekalah yang ingin bebas menzhalimi wanita!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam benar-benar memperhatikan peran wanita muslimah, karena di balik peran mereka inilah lahir pahlawan dan pemimpin agung yang mengisi dunia dengan hikmah dan keadilan. Wanita begitu dijunjung dan dihargai perannya baik ketika menjadi seorang anak, ibu, istri, kerabat, atau bahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjadi anak, kelahiran anak wanita merupakan sebuah kenikmatan agung, Islam memerintahkan untuk mendidiknya dan akan memberikan balasan yang besar sebagaimana dalam hadits riwayat `Uqbah bin ‘Amir bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak wanita lalu bersabar menghadapi mereka dan memberi mereka pakaian dari hasil usahanya maka mereka akan menjadi penolong baginya dari neraka.” (HR. Ibnu Majah: 3669, Bukhori dalam “Adabul Mufrod”: 76, dan Ahmad: 4/154 dengan sanad shahih, lihat “Ash-Shahihah: 294).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjadi seorang ibu, seorang anak diwajibkan untuk berbakti kepadanya, berbuat baik kepadanya, dan dilarang menyakitinya. Bahkan perintah berbuat baik kepada ibu disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak tiga kali baru kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan perintah untuk berbuat baik kepada ayah. Dari Abu Hurairah berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Datang seseorang kepada Rasulullah lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak untuk menerima perbuatan baik dari saya?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu,’ dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu,’ dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah kembali menjawab, ‘Ibumu,’ lalu dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Bapakmu.’” (HR. Bukhori: 5971, Muslim: 2548)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun ketika menjadi seorang istri, Islam begitu memperhatikan hak-hak wanita sebagaimana disebutkan dalam surat An-Nisa’ ayat-19 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Dan pergaulilah mereka (para istri) dengan cara yang baik…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat wanita menjadi kerabat atau orang lain pun Islam tetap memerintahkan untuk mengagungkan dan menghormatinya. Banyaknya pembahasan tentang wanita di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan kemuliaan mereka. Karena sesuatu yang banyak dibahas dan mendapat banyak perhatian tentunya adalah sesuatu yang penting dan mulia. Lalu masih adakah yang berani mengatakan bahwa Islam menzhalimi wanita?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku, demikianlah syari’at Islam menempatkan wanita di singgasana kemuliaan. Adapun di zaman sekarang, kenyataan yang terjadi di masyarakat sungguh jauh dari itu semua. Penyebabnya tidak lain adalah karena jauhnya umat Islam dari pemahaman yang benar terhadap agama mereka. Seringkali ada orang yang menjadikan kesalahan orang lain sebagai hujjah (argumentasi) baginya untuk turut berbuat kesalahan yang sama. Terkadang pula orang-orang menilai syari’at Islam dari perilaku orang-orang yang menyatakan bahwa mereka beragama Islam, namun pada hakekatnya perilaku mereka belumlah menggambarkan yang demikian. Oleh karena itu wahai Saudariku, janganlah menjadikan perilaku manusia sebagai dalil. Jadikanlah Al-Qur`an dan Sunnah dengan pemahaman para shahabat sebagai petunjuk bagi kita. Sungguh kita berlindung kepada Allah dari butanya hati dan akal dari kebenaran. Wallahul musta’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil dari:&lt;br /&gt;Artikel “Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam” (sumber: Majalah Al-Furqon Tahun 6 Edisi 9 Rabi’uts Tsani 1428 H)&lt;br /&gt;Buku “Emansipasi Wanita” karya Syaikh Shalih bin ‘Abdullah bin Humaid&lt;br /&gt;Buku “Wanita-wanita Teladan Di Masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” karya Mahmud Mahdi Al-Istanbuli dan Musthafa Abu An-Nashr Asy-Syalabi dengan perubahan seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel muslimah.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-9052067709787277692?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/9052067709787277692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/topeng-emansipasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/9052067709787277692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/9052067709787277692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/topeng-emansipasi.html' title='Topeng Emansipasi'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-3464757450811585557</id><published>2009-01-19T02:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:08:48.783-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Islami'/><title type='text'>Ketelitian</title><content type='html'>Di sebuah ruang kuliah, seorang profesor kedokteran memberikan kuliah&lt;br /&gt;perdananya. Para mahasiswa baru itu tampak serius. Mata mereka terpaku menatap&lt;br /&gt;profesor, seraya tangan sibuk mencatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjadi dokter, butuh keberanian dan ketelitian," terdengar suara sang&lt;br /&gt;profesor. "Dan saya harap kalian dapat membuktikannya. " Bapak itu beranjak ke&lt;br /&gt;samping. "Saya punya setoples cairan limpa manusia yang telah direndam selama 3&lt;br /&gt;bulan." Profesor itu mencelupkan jari ke dalam toples, dan memasukkan jari itu&lt;br /&gt;ke mulutnya. Terdengar teriak-teriak kecil dari mahasiswa itu. Mereka terlihat&lt;br /&gt;jijik. "Itulah yang kusebut dengan keberanian dan ketelitian," ucap profesor&lt;br /&gt;lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Saya butuh satu orang yang bisa berbuat seperti saya. Buktikan bahwa kalian&lt;br /&gt;ingin menjadi dokter." Suasana aula mendadak senyap. Mereka bingung: antara&lt;br /&gt;jijik dan tantangan sebagai calon dokter. Tak ada yang mengangkat tangan. Sang&lt;br /&gt;profesor berkata lagi, "Tak adakah yang bisa membuktikan kepada saya? Mana&lt;br /&gt;keberanian dan ketelitian kalian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, seorang anak muda mengangkat tangan. "Ah, akhirnya ada juga yang&lt;br /&gt;berani. Tunjukkan pada teman-temanmu bahwa kau punya keberanian dan ketelitian.”&lt;br /&gt;Anak muda itu menuruni tangga, menuju mimbar tempat sang professor berada.&lt;br /&gt;Dihampirinya stoples itu dengan ragu-ragu. Wajahnya tegang, dan perasaan jijik&lt;br /&gt;terlihat dari air mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai memasukkan jarinya ke dalam toples. Kepala menoleh ke samping dengan&lt;br /&gt;mata yang menutup. Teriakan kecil rasa jijik kembali terdengar. Perlahan,&lt;br /&gt;dimasukkannya jari yang telah tercelup lendir itu ke mulutnya. Banyak orang yang&lt;br /&gt;menutup mata, banyak pula yang berlari menuju kamar kecil. Sang professor&lt;br /&gt;tersenyum. Anak muda itu tersenyum kecut, sambil meludah-ludah ke samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aha, kamu telah membuktikan satu hal, anak muda. Seorang calon dokter memang&lt;br /&gt;harus berani. Tapi sayang, dokter juga butuh ketelitian." Profesor itu menepuk&lt;br /&gt;punggung si mahasiswa. "Tidakkah kau lihat, aku tadi memasukkan telunjuk ke&lt;br /&gt;toples, tapi jari tengah yang masuk ke mulut. Seorang dokter memang butuh&lt;br /&gt;keberanian, tapi lebih butuh lagi ketelitian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan hidup, kadangkala bukan untuk menghadapi kematian. Tapi, justru&lt;br /&gt;bagaimana menjalani kehidupan. Banyak orang yang takut mati. Tapi, tidak sedikit&lt;br /&gt;yang memilih mati ketimbang hidup. Banyak yang menghabisi hidup pada jalan-jalan&lt;br /&gt;tercela. Banyak pula yang enggan hidup hanya karena beratnya beban kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujaran profesor itu memang benar. Tantangan menjadi seorang dokter-dan&lt;br /&gt;sesungguhnya, menjadi manusia-adalah dibutuhkannya keberanian dan ketelitian.&lt;br /&gt;Bahkan, tantangan itu lebih dari sekadar mencicipi rasa cairan limpa di toples.&lt;br /&gt;Lebih berat. Jauh lebih berat. Dalam kehidupan, apa yang kita alami kadang lebih&lt;br /&gt;pahit dan menegangkan. Namun, bagi yang teliti, semua bisa jadi manis, menjadi&lt;br /&gt;tantangan yang mengasyikkan. Di sanalah ditemukan semua rasa, rupa dan suasana&lt;br /&gt;yang mendidik. Dan mereka dapat dengan teliti memilah dan memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, hati-hatilah. Hidup memang butuh keberanian. Tapi, akan lebih butuh&lt;br /&gt;ketelitian. Cermati langkahmu, waspadai tindakanmu. Hati-hati saat "mencelupkan&lt;br /&gt;jari" dalam toples kehidupan. Kalau tidak, "rasa pahit" yang akan kita temukan.&lt;br /&gt;Motivasi Islami&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-3464757450811585557?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/3464757450811585557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/ketelitian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/3464757450811585557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/3464757450811585557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/ketelitian.html' title='Ketelitian'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-5042630923711228092</id><published>2009-01-19T02:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:09:47.647-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Fakta Thibbun Nabawi: Habbatus Sauda, Madu, dan Minyak Zaitun</title><content type='html'>Penyusun: Ummu Hajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, tahukah kalian bahwa penyakit itu ada dua macam, penyakit hati dan penyakit jasmani? Kedua penyakit itu disebutkan dalam Al-Qur’an. Klasifikasi jenis penyakit ini mengandung hikmah ilahi dan kemukjizatan yang hanya bisa dicapai oleh kalangan medis di pertengahan abad ke-18. Sesungguhnya iman kepada Allah dan para Rasul, yaitu aqidah yang tertanam dalam hati, merupakan solusi pengobatan yang terpenting bagi hati, yakni bagi penyakit jiwa. Sedangkan untuk penyakit jasmani, kita bisa menengok metode pengobatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Thibbun Nabawi dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurofat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Habbatus Sauda’ atau Jinten Hitam atau Syuwainiz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian”. Habbatus sauda’ berkhasiat mengobati segala jenis penyakit dingin, bisa juga membantu kesembuhan berbagai penyakit panas karena faktor temporal. Biji habbatus sauda’ mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. kandungan aktifnya thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Telah terbukti dari berbagai hasil penelitian ilmiah bahwa habbatus sauda’ mengaktifkan kekebalan spesifik/kekebalan didapat, karena ia meningkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel-sel T penekan, dan sel-sel pembunuh alami. Beberapa resep penggunaan dan manfaat habbatus sauda’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Ditumbuk, dibuat adonan dangan campuran madu, kemudian diminum setelah dicampur air panas, diminum rutin berhari-hari: menghancurkan batu ginjal dan batu kandung kencing, memperlancar air seni, haid dan ASI.&lt;br /&gt;   2. Diadon dengan air tepung basah atau tepung yang sudah dimasak, mampu mengeluarkan cacing dengan lebih kuat.&lt;br /&gt;   3. Minum minyaknya kira-kira sesendok dicampur air untuk menghilangkan sesak napas dan sejenisnya.&lt;br /&gt;   4. Dimasak dengan cuka dan dipakai berkumur-kumur untuk mengobati sakit gigi karena kedinginan.&lt;br /&gt;   5. Digunakan sebagai pembalut dicampur cuka untuk mengatasi jerawat dan kudis bernanah.&lt;br /&gt;   6. Ditumbuk halus, setiap hari dibalurkan ke luka gigitan anjing gila sebagian dua atau tiga kali oles, lalu dibersihkan dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk konsumsi rutin menjaga kesehatan, sebaiknya dua sendok saja. Sebagian kalangan medis menyatakan bahwa terlalu banyak mengkonsumsinya bisa mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Madu atau ‘Asl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hasil penelitian tentang madu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bakteri tidak mampu melawan madu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan memakai madu untuk mengobati luka bakar. Madu memiliki spesifikasi anti proses peradangan (inflammatory activity anti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Madu kaya kandungan antioksidan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antioksidan fenolat dalam madu memiliki daya aktif tinggi serta bisa meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative stress)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Madu dan kesehatan mulut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila digunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Madu dan kulit kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan cairan madu berkadar 90% (madu dicampur air hangat) dua hari sekali di bagian-bagian yang terinfeksi di kepala dan wajah diurut pelan-pelan selama 2-3 menit, madu dapat membunuh kutu, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan melembutkannya serta menyembuhkan penyakit kulit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Madu dan pengobatan kencing manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu mampu menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes karena adanya unsure antioksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi. Madu nutrisi kaya vitamin B1, B5, dan C dimana para penderita diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Sesendok kecil madu alami murni akan menambah cepat dan besar kandungan gula dalam darah, sehingga akan menstimulasi sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin. Sebaiknya penderita diabetes melakukan analisis darah dahulu untuk menentukan takaran yang diperbolehkan untuknya di bawah pengawasan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Madu mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu berperan baik melindungi kolon dari luka-luka yang biasa ditimbulkan oleh asam asetat dan membantu pengobatan infeksi lambung (maag). Pada kadar 20% madu mampu melemahkan bakteri pylori penyebab tukak lambung di piring percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Selain itu madu amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, menghilangkan rasa obat yang tidak enak, membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk berdahak. Buah-buahan yang direndam dalam madu bisa bertahan sampai enam bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu terbaik adalah yang paling jernih, putih dan tidak tajam serta yang paling manis. Madu yang diambil dari daerah gunung dan pepohonan liar memiliki keutamaan tersendiri daripada yang diambil dari sarang biasa, dan itu tergantung pada tempat para lebah berburu makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Minyak Zaitun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi minyak zaitun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat.&lt;br /&gt;   2. Mengurangi risiko penyumbatan (trombosis) dan penebalan (ateriosklerosis) pembuluh darah.&lt;br /&gt;   3. Mengurangi pemakaian obat-obatan penurun tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;   4. Mengurangi serangan kanker.&lt;br /&gt;   5. Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%.&lt;br /&gt;   6. Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%.&lt;br /&gt;   7. Pengkonsumsian buah-buahan, sayuran, dan minyak zaitun memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari kanker kolon.&lt;br /&gt;   8. Penggunaan minyak zaitun sebagai krim kulit setelah berenang melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma)&lt;br /&gt;   9. Berpengaruh positif melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi risiko tukak lambung.&lt;br /&gt;  10. Mengandung lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi manusia seperti yang terdapat dalam ASI.&lt;br /&gt;  11. Penggunaan sebagai minyak rambut mampu membunuh kutu dalam waktu beberapa jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penyakit itu ada obatnya, seperti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang pesat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengetahui dan menerapkan pengobatan yang terbukti kemanjurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Keajaiban Thibbun Nabawi, Aiman bin ‘Abdul Fattah&lt;br /&gt;   2. Metode Pengobatan Nabi SAW, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-5042630923711228092?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/5042630923711228092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/fakta-thibbun-nabawi-habbatus-sauda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/5042630923711228092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/5042630923711228092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/fakta-thibbun-nabawi-habbatus-sauda.html' title='Fakta Thibbun Nabawi: Habbatus Sauda, Madu, dan Minyak Zaitun'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-7247830323163744940</id><published>2009-01-19T01:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:10:37.396-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Anak-Anak Mengikuti Perbuatan yang Dilakukan Orangtua</title><content type='html'>Diketik ulang oleh: Ummu ‘Aisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak yang melihat ayahnya selalu berzikir dan bertahlil, bertahmid, dan bertasbih, maka dia pun akan mudah untuk mengucapkan: Laa ilaaha illalloh, Subhanallah, dan Allahu akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula seorang anak yang dibiasakan untuk mengirim sedekah pada malam hari karena diutus oleh orangtuanya kepada fakir miskin secara rahasia, jelas akan berbeda dengan seorang anak yang disuruh oleh orangtuanya pada malam hari untuk membeli narkoba atau rokok.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak yang selalu melihat ayahnya berpuasa senin dan kamis, ikut serta dalam shalat berjama’ah di masjid jelas akan berbeda dengan seorang ayah yang melihat ayahnya berada di tempat perjudian atau bioskop serta tempat-tempat hiburan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan suara adzan mengulang-ngulang lantunan adzan, dan Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan lagu yang dilantunkan orangtuanya, melantunkannya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah andaikata seorang ayah adalah pribadi yang slelu berbuat baik kepada kedua orangtuanya dengan berdo’a untuk mereka dan memohon ampunan kepada Allah bagi keduanya, selalu menanyakan keadaannya dan tenang berada bersama keduanya, selalu memenuhi kebutuhan keduanya dan memperbanyak berdo’a dengan ungkapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robbigh firli waliwali dayya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia akan selalu mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robbbirhamhuma kama robbayani shoghiro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, kasihanilah mereka berdua sebagaiaman mereka telah mendidikku diwaktu kecil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun berziarah ke makam kedua orangtuanya, bersedekah untuk keduanya, menghubungkan kekerabatan dengan orang-orang yamg dekat dengan keduanya, juga memberi kepada orang-orang yang selalu diberi oleh keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang anak melihat perangai orangtuanya yang sedemikain, maka dengan izin Allah anak itu akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Dia akan selalu memohon kepada Allah ampunan bagi kedua orangtuanya, dan sealu melakukn sesuatu yang biasa dilakukan oleh kedua orangtunya kepada kakek dan neneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak yang dididik shalat oleh orangtuanya jelas akan berbeda dengan seorang anak yang biasa diajarkan menonton film, musik atau sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya jika seoarang anak melihat kedua orangtuanya melakukan shalat malam dengan menangis karena takut kepada Allah juga dengan membaca alqur’an, niscaya dia akan berfikir kenapa ayahnya menangis? Kenapa dia melakuakn shalat? Dan kenapa dia meninggalkan tempat tidur yang empuk lagi hangat? Kenapa dia memilih air wudhu yang dingin ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dia meninggalkan tempat tidurnya dengan memilih memohon kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pertanyaan ini akan selalu tertanam di dalam pikiran seorang anak dan selalu memikirkannya yang pada akhirnya si anak dengan izin Allah akan meniru apa saja yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhijab dan menutup diri dari laki-laki lain, dia telah dihiasi dengan rasa malu dan sikap menjaga kehormatan, kesucian dirinya telah menjadikan dirinya mulia. Jika ibunya demikian niscaya anaknya juga akan belajar menanamkan rasa malu, menjaga kehormatan dan kesucian dari ibunya. Sedangkan anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhias diri di depan setiap laki-laki, bersalaman, dan bercampur baur, tertawa dan tersenyum dengan laki-laki lain bahkan berdansa dengan mereka, maka anaknya pun akan belajar yang demikian itu darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bertakwalah kalian wahai para ibu dan ayah! Jagalah anak-anak kalian, dan jadilah kalian sebagai suri tauladan bagi mereka dnegna perangai yang baik dan tabiat yang mulia. Sebelum itu semua, jadilah kalian sebagai suri tauladan dengan memegang teguh agama Allah juga Nabi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maroji’:&lt;br /&gt;Ensiklopedi Pendidikan Anak hal 38 (Fiqh Tarbiyatil Abnaa’ wa Thaa-ifatun min Nashaa-ihil&lt;br /&gt;n Nashaa-ihil Athibba’), Mushthafa al-’Adawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-7247830323163744940?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/7247830323163744940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/anak-anak-mengikuti-perbuatan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/7247830323163744940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/7247830323163744940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2009/01/anak-anak-mengikuti-perbuatan-yang.html' title='Anak-Anak Mengikuti Perbuatan yang Dilakukan Orangtua'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-7287476837386550037</id><published>2008-12-16T09:35:00.001-08:00</published><updated>2009-01-28T23:12:22.810-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>The belief of "Heaven" in Islam</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Heaven is also known as Paradise. It goes by the Islamic name of Jannah. There are many levels of Paradise depending on how righteous a person is on Earth. The highest level that all Muslims are encouraged to ask for is Jannatul Firdaus.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Like with other aspects of the unseen, Muslims are obligated to believe in Heaven in order to complete their faith.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;The bounties and beauty of Heaven are immense, so much so that it is beyond abilities of mankind’s worldly mind to comprehend.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;However, Allah, in his Mercy, has given us descriptions of what Heaven is like as an incentive for us to strive to please Him and earn His ultimate reward – which is a place in Heaven.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Forever – Paradise is forever. Once a Muslim reaches Paradise, he will not want to be anywhere else and he will live there for eternity. &lt;/span&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Wealth – there will be an abundance of wealth and beauty in Paradise. Allah says in the Quran, Surah Al Kahf, verse 31: “For them will be Gardens of eternity; beneath them rivers will flow; they will be adorned therein with bracelets of gold, and they will wear green garments of fine silk and heavy brocade. They will recline therein on raised thrones. How good [is] the recompense! How beautiful a couch [is there] to recline on!”&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Eligibility – whoever has worshipped no one but Allah is qualified to enter Heaven. This includes the followers of past prophets such as Noah, Abraham, Moses, Jesus, etc who adhered to their true teachings and worshipped Allah without partners. However, according to Islamic teachings, the followers of Muhammad (may Allah’s peace and blessings be upon him) will be more abundant in Heaven than those of other prophets.&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;The unknown – what bounties of Paradise cannot be comprehended when compared to worldly riches. Allah has told us many things about Paradise, but in a narration in Saheeh Muslim, the Prophet said: “Never mind what Allah has told you; what He has not told you is even greater.” &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;From : HilalPlaza.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-7287476837386550037?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/7287476837386550037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2008/12/heaven-is-also-known-as-paradise.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/7287476837386550037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/7287476837386550037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2008/12/heaven-is-also-known-as-paradise.html' title='The belief of &quot;Heaven&quot; in Islam'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-3054296489581974979</id><published>2008-12-16T08:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:13:54.814-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>How to Quit Smoking</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I, finally and officially, Quit Smoking and today is the seventh day. 21 March 2008 was the starting day. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;It’s been a long while that the intention and willingness to call it a day emerged. What I need was a momentum to start afresh the whole thing. Includng to begin leaving the “chain-smoker” label behind.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;And when the moment came, I took it with both hand. Now, it’s the seventh day I live without any cigarette smokes filling my lung. Some friends amazed, surprised and shocked. But it’s just natural to go from one extreme to another if you’re determined to do so. Nothing is impossible.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-428"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;So, to quit smoking is simple insofar as I am concerned. First, you got to have a serious intention and willingness to change a particular habit. Second, pick the most important moment of your lives to start with e.g. the birth of your most awaited son, your birthday, etc. Third, be consistent. Never try to fool your self by “Hey, it’s ok to try just once a day.” When you decide to stop smoking, it means stop it altogether never try it even once. Period.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-3054296489581974979?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/3054296489581974979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2008/12/how-to-quit-smoking.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/3054296489581974979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/3054296489581974979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2008/12/how-to-quit-smoking.html' title='How to Quit Smoking'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706495839602897487.post-2353865403089539853</id><published>2008-12-16T08:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:14:54.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Anak Kecil dengan Sepohon Apel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang&lt;br /&gt;senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang&lt;br /&gt;memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di&lt;br /&gt;keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon&lt;br /&gt;apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak&lt;br /&gt;lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia&lt;br /&gt;mendatangi pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya tampak sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.&lt;br /&gt;“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak&lt;br /&gt;lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”&lt;br /&gt;Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau&lt;br /&gt;boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan&lt;br /&gt;uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di&lt;br /&gt;pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak&lt;br /&gt;pernah datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu kembali sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang&lt;br /&gt;melihatnya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.&lt;br /&gt;“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat&lt;br /&gt;tinggal. Maukah kau menolongku?”&lt;br /&gt;“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan&lt;br /&gt;rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu&lt;br /&gt;dan pergi dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi&lt;br /&gt;anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa&lt;br /&gt;sangat bersuka cita menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo bermain-main lagi denganku.” kata pohon apel..&lt;br /&gt;“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan&lt;br /&gt;berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”&lt;br /&gt;“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan&lt;br /&gt;menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan&lt;br /&gt;bersenang-senanglah .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal&lt;br /&gt;yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang&lt;br /&gt;menemui pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.&lt;br /&gt;“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”&lt;br /&gt;“Tak apa.. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.”&lt;br /&gt;Jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” Kata pohon&lt;br /&gt;apel.&lt;br /&gt;“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.&lt;br /&gt;Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata&lt;br /&gt;pohon apel itu sambil menitikkan air mata.&lt;br /&gt;“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata anak lelaki.&lt;br /&gt;“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah&lt;br /&gt;sekian lama meninggalkanmu.”&lt;br /&gt;“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat&lt;br /&gt;terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di&lt;br /&gt;pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu&lt;br /&gt;sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.&lt;br /&gt;Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.&lt;br /&gt;Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang&lt;br /&gt;ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.&lt;br /&gt;Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan&lt;br /&gt;apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.&lt;br /&gt;Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar&lt;br /&gt;pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang&lt;br /&gt;terpenting: cintailah orang tua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan&lt;br /&gt;berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada&lt;br /&gt;kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706495839602897487-2353865403089539853?l=inspirasilangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/feeds/2353865403089539853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2008/12/anak-kecil-dengan-sepohon-apel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/2353865403089539853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706495839602897487/posts/default/2353865403089539853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasilangit.blogspot.com/2008/12/anak-kecil-dengan-sepohon-apel.html' title='Anak Kecil dengan Sepohon Apel'/><author><name>ahzan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
